Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang sederhana saja, sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis. Hal tersebut juga saya alami ketika saya mencoba untuk memulai bisnis sendiri.
Ternyata untuk meraih cita-cita, apa pun itu bentuknya memang tidaklah semudah membalik telapak tangan. Semua upaya untuk mewujudkan cita-cita, termasuk juga memulai usaha sendiri, mengandung berbagai risiko: kegagalan, kesulitan dana, berbagai masalah dan hambatan lainnya. Tetapi, upaya ini juga tidak sesulit memindahkan gunung. Untuk sukses dalam menekuni sebuah usaha, memang memerlukan waktu dan kesiapan. Bahkan kita harus bekerja 1 x 24 jam dan 7 hari dalam seminggu.
Tapi, jika semua itu tidak kita mulai sekarang, lalu kapan lagi? Jika kita tidak memulai sekarang, mungkin sekali kita tidak akan pernah punya keberanian untuk memulai. Jadi jangan sampai kita menyesal kemudian.
Banyak hal yang bisa kita lakukan sekarang: mempersiapkan diri, mempelajari ataupun memantapkan keterampilan yang diperlukan, memupuk pengalaman berharga, melakukan riset kecil untuk menentukan kebutuhan pasar ataupun perubahan kebutuhan yang bisa kita akomodasi melalui usaha yang akan kita bentuk, mencari informasi mengenai segala persyaratan dan aturan hukum yang terkait dengan usaha yang akan kita mulai (dokumen yang perlu dilengkapi, aturan main yang perlu dipatuhi), dan mencari dukungan dana, sumber daya manusia, dan nasihat yang diperlukan. ”You don’t have to be great to get started, but you have to get started to be great,” (Anda tidak perlu menjadi besar dulu untuk memulai, tapi Anda harus memulai dulu untuk menjadi ”besar”, begitulah yang dikatakan Les Brown. Kata-kata bijak Les Brown ini mungkin bisa membantu kita untuk memulai mengambil langkah pertama menuju cita-cita kita.
Sedikit. ”Saya belum punya cukup uang. Saya belum punya banyak pengalaman. Saya belum punya ruang usaha.” Selain waktu, kelengkapan sarana dan prasarana sering menjadi alasan bagi kita untuk menunda memulai usaha sendiri.
Sebenarnya, dalam memulai usaha, kita tidak perlu menunggu sampai semua yang kita perlukan ada. Mulai dengan memanfaatkan yang ada, untuk kemudian bisa kita lengkapi sedikit demi sedikit sejalan dengan berkembangnya usaha kita.
Sebagai ilustrasi, kita bisa meneladani apa yang dilakukan oleh Daisy Braxton. Wanita pengusaha jasa kebersihan gedung ini, tidak menunggu sampai ia memiliki banyak pegawai, dan banyak peralatan untuk memulai usahanya. Ia memasarkan jasanya ke berbagai pemilik gedung. Begitu pesanan diterima dari satu pemilik gedung kecil, ia langsung merekrut dua karyawan untuk membantunya, dan membeli perlengkapan yang diperlukan dari uang muka yang didapatkan. Dari satu gedung dan dua karyawan, dalam kurang dari lima tahun, Daisy berhasil mengembangkan usahanya menjadi besar dengan omzet yang 500% lebih tinggi dari saat ia pertama kali memulai.
Memulai sebuah usaha memang sering kali memerlukan dukungan orang lain: keluarga, teman, karyawan, bank, pelanggan. Tapi, sebelum kita mendapatkan dukungan orang lain, kita perlu mulai dari diri sendiri. Kita perlu meyakinkan diri sendiri bahwa kita bisa sukses. Jika kita sendiri sudah memiliki keyakinan ini, akan lebih mudah bagi kita untuk meyakinkan orang lain untuk mendukung kita.
Setelah kita yakin untuk memulai usaha sendiri, lalu usaha apa yang menguntungkan untuk kita mulai? Mungkin sumber-sumber ide dari internet bisa kita gali untuk menetapkan jenis usaha yang paling tepat bagi kita dan pasar yang paling pas untuk kita bidik.
Latar belakang saya sebagai web and graphic design serta segala hal yang berbau komputer membuat saya berfikir untuk membuka usaha warnet, domain, hosting, jasa setting, web dan graphic design, percetakan, digital publishing, etc tidak lagi bekerja pada perusahaan orang lain.
Akhirnya awal 2008 saya coba memberanikan diri untuk memulai usaha sendiri dengan segala keterbatasan, baik modal atau peralatan usaha... dalam benak saya yang terpikir waktu itu adalah "yang penting bisa berjalan dulu aja".
Mula-mula saya mencari lokasi yang strategis... sambil membeli peralatan yang diperlukan secara mencicil...
Singkat cerita...
Lokasi yang dicari telah saya temukan... lalu meronovasi dan merubah penampilan bangunan sederhana tersebut.
Komputer dan segala peralatan lainnya seperti meja, kursi, etalase dan gulungan kabel jaringan saya angkut dari rumah ke lokasi kantor baru saya ... :)
Saya mulai menata posisi komputer untuk user, membuat instalasi jaringan... hingga mengkoneksikannya ...
Alhamdulillah ... sambil belajar membuat jaringan lewat ebook-ebook yang saya dapatkan di internet, akhirnya saya berhasilnya ...
Wah... ternyata melelahkan juga ya.... semua dikerjakan sendiri...habis kalau kita meminta jasa orang lain ... berapa lagi uang yang harus saya keluarkan... untuk hal-hal tersebut...
Dah malam neh.... nanti disambung bag.2... ok...
Kamis, 24 April 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

3 komentar:
Wah... materinya sangat bermanfaat.
Wah bagus bgt tuh artikelnya, bisa menambah wawasan kita.
Salam kenal,
Saya juga sekarang lagi buka usaha warnet pak...Semua nya juga saya kerjakan sendiri. Dari pembelian PC, Instalasi Jaringan, layout tempat dsb.. saya kerjakan sendiri. Sepertinya kita sama pak, tapi saya masih kerja sama orang lain.. Ntar kalau usaha warnetnya sudah kelihatan hasilnya, saya akan fokus ke usaha sendiri. hehehhe
salam,
sudarto92@gmail.com
Poskan Komentar